Ambon — Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Ambon sukses melaksanakan program Pengimbasan Training of Trainer (T.O.T.) Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari penuh, dari tanggal 29 hingga 30 November 2025, bertempat di Hotel Grand Avira, Sirimau, Kota Ambon. Program ini diinisiasi untuk menjawab kebutuhan penting dalam membantu disabilitas rungu beragama Islam agar mereka dapat mengenal huruf hijaiyah dan mempelajari Al-Qur’an.
Kegiatan ini diikuti oleh total 30 peserta, yang terdiri dari guru, siswa, dan orang tua. Program ini mendapatkan dukungan dan kolaborasi penuh dari Baznas Pusat dan Baznas Provinsi Maluku. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memperkenalkan konsep dakwah inklusif, memberikan pemahaman dasar tentang bahasa isyarat dalam konteks pengajaran Al-Qur’an, dan melatih peserta dengan teknik pengajaran yang efektif bagi penyandang disabilitas rungu. Untuk memastikan kualitas materi, penyelenggara menghadirkan narasumber langsung dari Baznas Pusat.
Kepala SLB Negeri Kota Ambon, Padil Syarif Mako, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai program pengimbasan. Setelah pelatihan, para peserta diharapkan dapat menyebarkan ilmu yang didapat kepada orang tua, komunitas tunarungu, serta guru-guru mengaji lainnya. Senada dengan itu, Ketua Baznas Provinsi Maluku, Saiful Almaskati, yang turut hadir, menekankan bahwa pekerjaan menjadi guru mengaji bagi anak disabilitas adalah pekerjaan mulia yang menuntut niat yang kuat dan ikhlas.
Saiful Almaskati juga menambahkan bahwa Baznas Maluku berkomitmen untuk mengelola dana zakat demi kesejahteraan umat, termasuk mendukung program T.O.T. ini. Upaya ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk memperluas cakupan pengajaran bahasa isyarat agar hak pendidikan Al-Qur’an bagi komunitas disabilitas dapat terpenuhi. Diharapkan program ini dapat terus berlanjut hingga menjangkau seluruh penyandang disabilitas di berbagai kabupaten dan kota di Maluku. (*)
Tinggalkan Komentar